← Semua berita

Menjejak Sejarah Mesir Lewat City Tour SI PPI Dunia ke-18

Reporter Aminah Balqis | Editor: Muhammad Rizqi Fauzi P.

KAIRO— Men­je­jak Sejarah Mesir Lewat City Tour SI PPI Dunia ke-18 Ran­gkaian Sim­po­sium Inter­na­sio­nal PPI Dunia 2026 di Mesir tidak hanya menjadi ruang bagi para dele­gasi untuk ber­tu­kar gagasan dan ber­dis­kusi. Melalui agenda City Tour Cairo yang dia­da­kan pada Rabu (23/9), para peserta diajak men­yu­suri jejak pera­da­ban Mesir Kuno dengan men­gun­jungi bebe­rapa des­ti­nasi ber­se­ja­rah, yaitu Pira­mida Giza dan juga Natio­nal Museum of Egyptian Civi­li­za­tion (NMEC). Per­ja­la­nan yang ber­lan­gsung sejak pukul 09.30 CLT ter­se­but mem­be­ri­kan kesem­pa­tan bagi para dele­gasi untuk melihat secara langsung ber­ba­gai penin­gga­lan sejarah yang sebe­lum­nya hanya mereka kenal melalui buku, situs web, maupun sumber lainnya. Pada kesem­pa­tan kali ini, kita akan ber­bin­cang dengan para dele­gasi yang men­gi­kuti kegia­tan ter­se­but, di anta­ranya adalah Hanif Muc­hda­tul Ayunda, selaku Ketua PPI Hun­ga­ria Periode 2026-2027, serta Muham­mad Yas­si­rul­lah yang meru­pa­kan Koor­di­na­tor Pusat PPI Swedia 2026-2027.

Wawan­cara 1: Muham­mad Yasi­rul­lah

Apa pen­ga­la­man yang paling ber­ke­san bagi anda selama men­gun­jungi pira­mida dan museum di hari ini?

“Yang paling menarik itu melihat mumi. Muminya cukup banyak dan kita juga bisa melihat seja­rah­nya. Aku kira mumi itu semuanya laki-laki, tetapi ter­nyata ada juga yang perem­puan."

"Tadi juga bisa dilihat bagai­mana proses mumi­fi­kasi, ter­ma­suk mumi yang ram­but­nya masih ada dan ram­but­nya masih dike­pang. Hal menarik lainnya adalah kata­kombe atau petinya. Petinya terbuat dari kayu. Kayu-kayunya sudah hancur, tetapi masih ada cat emas dan warna-warni yang tetap ter­li­hat terang dan bagus. Itu keren dan paling mem­buatku takjub."

Setelah melihat langsung penin­gga­lan Mesir Kuno, adakah hal baru yang Anda pela­jari tentang sejarah dan pera­da­ban Mesir?

“Banyak hal baru yang aku temukan. Selama ini yang aku tahu tentang Mesir hanya pira­mida. Ter­nyata ada banyak hal menarik yang bisa dipe­la­jari dari museum dan seja­rah­nya, teru­tama tentang mumi.”

“Dari pen­je­la­san pemandu wisata dan teman-teman panitia, aku men­da­pat­kan banyak pen­ge­ta­huan baru. Secara spe­si­fik, aku kira mumi dite­mu­kan di dalam pira­mida. Ter­nyata ada pen­je­la­san bahwa mumi tidak dite­mu­kan di dalam pira­mida. Pira­mida itu hanya sebagai simbol. Baru pada dinasti ter­tentu mumi ditem­pat­kan di dalam pira­mida.”

Wawan­cara 2: Hanif Muc­hda­tul Ayunda, M.Si.

Bagai­mana kesan Anda dalam men­gi­kuti city tour yang disiap­kan oleh panitia? “Kesan saya luar biasa. Apa yang sudah disiap­kan oleh panitia, dari tadi pergi ke pira­mida, sangat baik. Saya sangat berun­tung sudah sampai ke pira­mida. Ada teman-teman panitia yang bilang kalau belum ke pira­mida dan pergi ke NMEC, berarti belum sah pergi ke Mesir.”

“Di NMEC ini juga katanya ada mumi. Tadi teman-teman panitia men­yam­pai­kan sejarah pira­mida, ter­ma­suk Sphinx. Jadi saya ter­ce­rah­kan terkait pen­je­la­san dari teman-teman panitia. NMEC ini juga luar biasa karena meru­pa­kan salah satu museum yang mem­pun­yai Royal Mummies. Jadi kami bisa melihat mumi secara langsung dan juga banyak penin­gga­lan Mesir Kuno yang bisa dilihat di sini.”

Ketika melihat langsung pira­mida dan penin­gga­lan Mesir kuno, apakah ada hal yang berbeda dari bayan­gan anda sebe­lum­nya?

“Iya, kalau disam­pai­kan oleh panitia, kita masih mem­ba­yan­gkan. Namun, ketika sampai di sini, kita sudah melihat langsung apa yang disam­pai­kan oleh panitia dan semuanya ter­va­li­dasi secara langsung. Apa yang tadi kita bayan­gkan selama per­ja­la­nan, setelah sampai di pira­mida dan NMEC, menjadi lebih jelas dan ter­vi­sua­li­sasi.”

Menurut anda, pela­ja­ran dan pen­ga­la­man apa yang didapat dele­gasi melalui city tour ini?

“Yang pertama adalah sejarah. Kita bisa mem­pe­la­jari sejarah dan melihat apa yang ditin­ggal­kan oleh pera­da­ban Mesir Kuno. Namun, memang tidak semuanya bisa kita men­gerti karena banyak penin­gga­lan berupa simbol-simbol yang mem­pun­yai arti ter­sen­diri. Sampai seka­rang pun para arkeo­log masih mem­pe­la­ja­rinya. Tadi hal itu juga disam­pai­kan oleh panitia.” "Menurut saya, apa yang saya lihat di sini masih bisa kita pela­jari nan­tinya. Pera­da­ban Mesir Kuno ini bahkan sampai seka­rang masih terus dipe­la­jari. Jadi, banyak hal yang saya dapat­kan dari city tour ini.”

Berita Lainnya

Melihat ke Mana Arah Kongres Internasional PPI Dunia

Pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang sebelumnya tertunda akhirnya rampung disahkan dalam Kongres Internasional PPI Dunia lanjutan pada Jumat (26/09). Kongres kembali dilaksanakan secara daring setelah acara Simposium Internasional selesai, mulai pada pukul 16.00 sampai dengan 21.00 CLT.

Kongres InternasionalPPI DuniaDiaspora

Perihal Penangguhan Kongres Internasional; Beberapa Implikasi dan Pandangan

KAIRO— Setelah sebelumnya ditangguhkan pada Ahad (21/09), Kongres Inernasional PPI Dunia kembali mengalami penangguhan di hari keempat pelaksanaan Simposium Internasional ke-18, yakni hari Rabu (23/09) pukul 02:16 CLT. Musabab penagguhan tersebut bertolak dari kondisi kongres yang tidak kondusif serta pergolakan argumen yang cukup intens dari para peserta.