← Semua berita

Berbincang Bersama Delegasi Yordania Perihal Napak Tilas Negeri Kinanah

Reporter: Mushawwir Rahman | Editor: Muhammad Ichsan

KAIRO— Panitia Sim­po­si­sum Inter­na­sio­nal (SI) PPI Dunia ke-18 men­gge­lar kegia­tan Napak Tilas yang ber­tu­juan untuk men­gun­dang setiap dele­gasi tam­ba­han men­da­tangi serta men­ge­nal situs sejarah di Mesir. Kegia­tan ini dilak­sa­na­kan pada Ahad (20/09) dan ber­fo­kus pada dua situs sejarah serta wisata yang ada di Negeri Kinanah, yakni Masjid Al-Azhar dan Blok El-Khan khalili. Dalam kegia­tan ter­se­but, Tim Jur­na­lis Sim­pu­sium men­da­pat kesem­pa­tan untuk mewa­wan­ca­rai Lutfi Ahmad, salah satu dele­gasi HPMI Yor­da­nia.

1. Dari bebe­rapa titik yang sudah dikun­jungi, situs atau momen mana yang paling ber­ke­san bagi Anda? Dan mengapa?

“Sebe­nar­nya kita ada agenda ke Pira­mida, Giza, dan kita belum ke situ. Untuk sejauh ini sih masjid Al-Azhar, emang ben­tuk­nya itu berbeda banget dari masjid-masjid keban­ya­kan, dan juga di masjid Yor­da­nia juga ngga ada yang gini, kayak penuh dengan sejarah banget ini dan dari ben­tu­kan­nya juga.”

2. Apakah suasana dan kondisi lokasi sesuai dengan apa yang Anda bayan­gkan sebe­lum­nya?

“Sebe­nar­nya saya agak syok, ya, karena sangat berbeda teru­tama dari lin­gkun­gan­nya yang padat, banyak sekali tran­spor­tasi umum, dan juga, apa ya, nye­tir­nya ugal-ugalan. Dan syok juga dari har­ganya juga yang sangat jauh lebih murah dari Yor­da­nia.”

3. Cerita atau fakta sejarah mana yang baru anda ketahui hari ini dan paling membuka wawasan Anda?

“Tadi baru tahu, dije­las­kan bahwa ada kayak mimbar empat mazhab, sama ada namanya Bab Sa’id namanya di situ. Dan juga dengar-dengar, tadi baru dije­la­sin ter­nyata orang-oran­gnya enggak mau dire­vi­ta­li­sasi, mereka pengen mem­per­ta­han­kan keadaan mereka yang ini, mak­ta­bah-mak­ta­bah (red— per­pus­ta­kaan), jadi udah sea­danya gini.”

4. Bagai­mana rasanya men­yu­suri langsung jalur ber­se­ja­rah ini diban­din­gkan hanya membaca cerita seja­rah­nya di buku atau media?

“Jadi rasanya itu tentu kagum. Jujur, saya tidak terlalu suka sama sejarah karena saya oran­gnya sering lupa, tapi ketika mne­yu­suri langsung itu, jadi gampang ingat. Teru­tama tadi yang bikin saya kagum itu di Al-Azhar yang mimbar empat mazhab.”

Berita Lainnya

Melihat ke Mana Arah Kongres Internasional PPI Dunia

Pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang sebelumnya tertunda akhirnya rampung disahkan dalam Kongres Internasional PPI Dunia lanjutan pada Jumat (26/09). Kongres kembali dilaksanakan secara daring setelah acara Simposium Internasional selesai, mulai pada pukul 16.00 sampai dengan 21.00 CLT.

Kongres InternasionalPPI DuniaDiaspora

Menjejak Sejarah Mesir Lewat City Tour SI PPI Dunia ke-18

KAIRO— Rangkaian Simposium Internasional PPI Dunia 2026 di Mesir tidak hanya menjadi ruang bagi para delegasi untuk bertukar gagasan dan berdiskusi. Melalui agenda City Tour Cairo yang diadakan pada Rabu (23/9), para peserta diajak menyusuri jejak peradaban Mesir Kuno dengan mengunjungi beberapa destinasi bersejarah, yaitu Piramida Giza dan juga National Museum of Egyptian Civilization (NMEC).