Cultural Night Simposium Internasional Hadirkan Kembali Indonesia ke Hadapan Diaspora
KAIRO—Simposium Internasional ke-18 menutup rangkaian acara di hari ketiga, Senin (21/09) dengan mengadakan Cultural Night dan membawakan berbagai penampilan yang berdasar pada nuansa budaya Indonesia.
Bertemakan Trihitakarana Jaga Dhita Nusantara, acara yang diselenggarakan di Gedung Teater Masrah Galal, Ramsis, Kairo, Mesir ini menyajikan beberapa persembahan, di antaranya adalah Rampak Bedug dari Banten, Tarian Empat Etnis dari Sulawesi, Rapai Geleng dari Aceh, Nandak Ajer dari Betawi, dan Tari Kecak dari Bali.
Mengandalkan gaya panggung teatrikal dengan narator teater yang membacakan narasi di setiap sela penampilan, Cultural Night menyuguhkan atmosfer cerita dan perjalanan yang menjadikan setiap penampilan sebagai tangga untuk satu titik kulminasi pemaknaan di akhir acara.
Lebih lanjut, Nur Hasan Al-Ubaidah Hatta Lubis, Lc. selaku Koordinator Divisi Seremonial Simposium menegaskan bahwa salah satu tujuan utama dari pagelaran ini adalah menyingkap batasan pandangan tentang tarian yang hanya merupakan sarana rekreasi.
"Kita mencoba membungkus tarian tersebut (red— dengan konsep teatrikal agar bisa meng-highlight) makna-makna di dalamnya." ungkapnya.


