Grand Closing dan Gala Dinner Tandai Berakhirnya Simposium Internasional PPI Dunia ke-18

KAIRO— Simposium Internasional PPI Dunia ke-18 resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan melalui agenda Grand Closing dan Gala Dinner yang digelar di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Qasr El Nil, Kairo, pada (23/9). Agenda penutupan tersebut menjadi akhir dari rangkaian Simposium Internasional yang berlangsung sejak 19 September lalu, dengan mempertemukan perwakilan pelajar dan Diaspora Indonesia dari berbagai negara.
Dalam agenda pembuka Grand Closing, panitia menghadirkan tarian Funky Papua dari perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) sebagai representasi budaya Indonesia.
Melanjutkan rangkaian acara, Ketua Panitia Simposium Internasional PPI Dunia ke-18, Luqman Perdana Putra, dalam sambutannya menekankan bahwa tema acara kali ini tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam penyelenggaraan kegiatan saja.
“Tema kita adalah ‘Kolaborasi Pelajar Dunia Menuju Masa Depan Indonesia yang Tangguh dan Berkeadilan’. Maka, jangan biarkan kalimat itu berhenti di blog acara, berhenti di tulisan-tulisan, notulensi kalian. Besok, kita mungkin kembali ke negara masing-masing, tetapi semoga kita selalu mengingat bahwa kita pernah bertemu di Kairo.” ujarnya.
Sementara itu, menyambung sambutan Luqman, Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution mengapresiasi PPMI Mesir dan seluruh panitia atas keberhasilan penyelenggaraan Simposium Internasional kali ini. “Hari ini, alhamdulillah, wa syukrulillah, PPMI Mesir dan panitia Simposium Internasional berhasil. Terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Kalian hebat, kalian luar biasa. Kalian bukan hanya memberikan waktu, tenaga, pikiran, tapi satu, saya melihat keikhlasan dalam jiwa kalian,” sanjungnya.
Lebih lanjut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), atas upaya dan langkah yang telah ditempuh.
“Tidak lupa kepada teman-teman Masisir, khususnya Luqman, keren sekali. Saya merasakan betapa tidak mudah upaya dan langkah yang kalian tempuh,” ucapnya.
Acara kemudian dilanjutkan pada rangkaian acara PPID Awards dengan pengumuman berbagai kategori awards di dalamnya. Bersamaan dengan itu, pengumuman pemenang perlombaan International Symposium Competition 2026 juga turut diumumkan. Sebagai penutup, Gala Dinner dan penampilan musik dari Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim) turut memeriahkan jalannya acara. Hidangan disajikan, para peserta dari berbagai negara berbaur dan berbincang, sementara lantunan musik dan lagu mengiringi hangatnya kebersamaan. Lagu “Ini Abadi” mengalun di tengah Gala Dinner, seolah menjadi penutup yang tepat bagi perjumpaan malam itu. Sebab, yang dibawa pulang bukan hanya kenangan dari Kairo, melainkan juga cerita, persahabatan, serta semangat kolaborasi yang pernah dipertemukan di satu tempat. Simposium Internasional PPI Dunia ke7-18 boleh saja usai, tetapi jejak perjumpaan itu akan terus tinggal dalam ingatan, Kairo telah menjadi saksi, dan “Ini abadi”.


